• Flash Fiction
  • Aku Sakit Karenamu, Gigi!

    “Sesaat dia datang pesona bagai pangeranDan beri kau harapanBualan cinta dan masa depanEngkau lupakan akuSemua usahakuSemua pagi kitaSemua malam kitaaaa…”            Lagu Sewindu yang dinyanyikan Tulus mengalun lembut dari ipodku, kali ini sengaja kudengarkan liriknya hati-hati. Mencoba meresapi pesan apa yang ingin disampaikan lagu ini kepada pendengarnya. Ah terjebak dalam cinta segitiga rupanya, friendzone? Pikirku. […]

  • Flash Fiction
  • “SAH!”

    “Kita tanem pohon yuk!”Ajaknya “Buat apa?” Tanyaku heran. “Pohon itu penanda waktu, mungkin bahkan akan hidup lebih lama dari umur kita.” jawabnya menerawang. Begitulah dia, siapa sangka dari tubuhnya itu bisa keluar fikiran sebesar itu. Itu jugalah yang membuat pria sepertiku bisa jatuh hati padanya. Aku tersenyum jika mengingat-ingat hal menakjubkan yang bisa diperbuat olehnya. […]

  • Flash Fiction
  • “Menikahlah Denganku”

    “Menikahlah denganku” kataku kepadanya, seraya memberikanku sebuket bunga yang sudah kupersiapkan sedaritadi. “HAH?” Dengan terkejut dia memperlihatkan pandangan apakah-kau-gila-khasnya kepadaku. “Iya, menikahlah denganku” kataku lagi, kali ini lebih tegas. sambil menggosok-gosokan rambutku dengan telapak tangan. Sial, pergi kemana untaian kata-kata romantis yang telah kulatih berjam-jam di depan cermin semalaman? batinku kesal.“Ehm, kamu ngelamar aku nih […]

  • Flash Fiction
  • “Ini Bukan Judul Terakhir”

    Ida membuka-buka lembar koran Pagi ini, dengan bosan ditelusurinya headline yang tertera disana. pemerkosaan, multilasi, korupsi, penipuan, pencopetan. Ah, setiap hari sama. makanya ia malas membaca koran akhir-akhir ini. moral manusia semakin tipis zaman sekarang. ditutupnya koran tersebut dan ia beranjak dari kasurnya menuju meja makan. “(ooh) but I watch her so sadly. How can […]

  • Flash Fiction
  • “Kalau Odol Lagi Jatuh Cinta”

    Pipinya bersemu malu, setiap ia tahu akan bertemu dengan wanita pujaannya. Dia hapal betul kapan ia akan bertemu dengannya. Dag, Dig, Dug.Hatinya tak karuan, dibuatnya.Teman-teman sekelilingnya mengaggapnya gila, mereka fikir dia tidak akan bisa jatuh cinta pada gadis pujaannya. Tidak masalah, dia tetap akan mencariku. batinnya.Dan benar saja, memang hal pertama yang ia lakukan begitu […]

  • Flash Fiction
  • “Merindukanmu Itu, Seru!”

    Senin, 2 Januari 2012Dia berlari kencang dengan riang melesat melalui pekarangan besar itu. Hari ini dia berlari sambil membawa kotak pinsil buatannya. Tadi dia memang sempat membuat kotak pensil bersama kawan-kawan sebayanya, benar-benar riang nampaknya Dia bermain lagi disitu, di pekarangan itu. manis sekali Senin, 9 Januari 2012Rambutnya yang biasanya terkuncir rapi kini dibiarkannya tergerai, […]

  • Flash Fiction
  • “Tentangmu yang selalu manis”

    Sore itu aku duduk sambil menggoyang-goyangkan kaki. Dengan menenggadah ke langit aku bersenandung girang. Aku melihat senja menyemburat jingga, mungkin sedang senang melihat langit yang hari ini begitu ramah. Atau juga karena jatuh cinta? Ah jatuh cinta, akupun sedang jatuh cinta. Senja memang waktu favoriteku, bukankah senja romantis? senja adalah waktu bertemunya matahari dan bulan. […]

  • Flash Fiction
  • “Senyum Untukmu yang Lucu”

    “AAAAAAAAAAAAAARRRGGGH!” Tanpa sadar aku berteriak dan tahu-tahu badanku sudah basah dipernuhi dengan keringat. kulirik meja sebelah, jam digitalku memenunjukan pukul 02:00. Lagi-lagi aku bermimpi buruk hari ini, sudah beberapa minggu ini tidurku tak tenang. Besok pagi aku harus ke dokter meminta aspirin. pikirku Kalau terus begini aku bisa gila. *** Terlambat bangun membuatku tidak bisa […]

  • Flash Fiction
  • Gadismu yang merindu

    mereka bilang ini surat cintaaku lebih senang menyebutnya cerita cintakutulis untuk orang-orang yang kukasihi kuceritakan mereka detail-detailkukeluarkan lagi apa saja yang pernah mereka taruh dalam kotak kenangankudan kaulah yang paling banyak menyimpannyamenaruh sedikit-demi sedikit memori sehingga jika dikumpulkan dapat menjadi semacam film yang tak berkesudahan melihatnya seumur hiduppun aku rela jika mereka bertanya kalau kaulah […]

  • Flash Fiction
  • “Beginilah Aku Tanpamu”

    Bau parfum murahan menghambur ke dalam hidungku, pagi itu aku bangun dengan kepala berat karena hangover semalam. Cih! Lagi-lagi aku terbangun di losmen murahan yang bahkan namanyapun tak mampu kuingat. Jakarta utara yang gersang dan uang yang sudah menipis. Ah kapan Tuhan akan membalik takdirku? Kemudian mataku tertuju pada tubuh sintal disebelahku, seorang wanita yang […]