• and the story goes
  • C’est la vie

    “We do not grow absolutely, chronologically.  We grow sometimes in one dimension, and not in another; unevenly. We grow partially. We are relative. We are mature in one realm, childish in another. The past, present, and future mingle and pull us backward, forward, or fix us in the present. We are made up of layers, […]

  • and the story goes
  • Carpe Diem, Memento Mori!

    Bukankah pagi selalu menyanyikan suara-suara merdu? Seperti suara mobil yang dipanaskan seseorang dengan setengah tergesa. Atau seperti  suara desis katel yang menandakan segelas teh panas siap diseduh. Atau mungkin seperti suara hair dryer yang bersahutan dari dalam kamar-kamar kost anak perempuan. Bukankah pagi selalu datang dengan aroma-aroma manis? Seperti aroma roti-roti panas yang dijajakan penjual […]

  • and the story goes
  • A Reminder from The Past

    Mereka bilang “bahagialah selagi kau bisa” Jangan memikirkan nanti akhirnya akan bagaimana Toh kau juga yang punya rasa, pun yang menjalaninya. Mereka bilang bahagialah selagi kau bisa Agar kau tak menyesal pada akhirnya Paling tidak kau punya sebuah cerita Jika nantinya menjadi luka, sembuhkanlah dengan lapang dada Jika nantinya menjatuhkan banyak air mata, jangan lupa […]

  • and the story goes
  • Perihal Cinta Pertama

    Mereka benar mengenai perihal cinta pertama dan lupa yang lama. Dan mungkin juga benar mengenai jatuh pada pandangan pertama bukan isapan jempol semata. Dan ternyata benar pula bahwa cinta dapat lebih gelap dari buta. Karena ternyata cinta pertama saya jatuh pada pandangan pertama. Dan bertahun-tahun setelahnya saya masih saja menulis tentang pria yang sama.

  • and the story goes
  • Jendela Besar dan Lelaki Bau Hujan

    Entah sudah berapa tahun sejak pertama kali kita bertemu. Tepat di sebelah jendela besar itu aku tengah mengaduk kopi dari cangkir abu-abu. Kopi yang diseduh dengan gula melebihi takaran. Di luar, hujan berlarian turun ke tanah. Lalu kamu datang dengan bau hujan dan pipi yang sedikit basah. Kamu memperkenalkan diri dengan senyumanmu yang hampir patah. […]