Hubungan Interpersonal dan Hukum Timbal Balik.

“I don’t believe in first impression. Take a second look, you’ll see better.”

I couldn’t agree more. I know, for some case, first impression does matter. But a second, third, fourth are also matters. You can’t judge one’s personalities based on their first impression, I assume.

Melihat personalitas seseorang tidak semudah melihat yang tersurat, karena ternyata yang tersirat memiliki peran lebih besar untuk menjabarkan personalitas. Saya rasa kita tidak bisa sesumbar berkata bahwa seseorang galak hanya karena  ia berwajah keras, atau sombong karena ia mengangkat dagu. Berbicara dengan mereka adalah cara paling mudah untuk mengetahui personalitas dasar mereka. Itu pun hanya apa  yang mereka tampilkan ke permukaan.

Mengenal seseorang itu perlu waktu dan tahap. Dalam hubungan komunikasi interpersonal, terdapat teori Penetrasi Sosial yang mengibaratkan hubungan interpersonal manusia di mana manusia sebagai objek yang diibaratkan sebagai bawang merah. Maksudnya adalah manusia itu memiliki beberapa layer atau lapisan kepribadian.

Jika kita mengupas kulit terluar bawang, maka kita akan menemukan lapisan kulit yang lainnya. Begitu pula kepribadian manusia, semakin lama kita mengenal seseorang, semakin dalam lapisan yang mereka buka untuk kita. hal ini tetap bergantung dengan beberapa faktor lainnya yang mendukung keterbukaan diri kepada orang lain di luar diri orang tersebut.

Semakin mencoba akrab ke wilayah pribadi seseorang, layernya akan semakin tebal. Karena pada dasarnya setiap manusia punya layer yang tidak dibagikan dengan orang lain. Di mana di dalamnya terdapat nilai-nilai yang orang tersebut pegang, konsep diri, rahasia terdalam, dan tentu saja konflik diri yang belum selesai. Lapisan ini tidak terlihat dari luar, karena secara alam bawah sadar, kita otomatis menutupinya dengan informasi-informasi remeh sehari-hari.

Keterbukaan diri pada komunikasi interpersonal bersifat resiprokal atau timbal balik. Terutama pada tahap awal berhubungan, masing-masing akan secara antusias membuka bagian luar dirinya dengan informasi-informasi yang menyenangkan seputar hobby, warna favorite, makanan kesukaan, film paling disukai setiap tahunnya dan lain-lain. hal-hal yang menarik untuk dibagikan dan juga diutarakan. Semakin lama keterbukaan diri akan semakin sulit karena ternyata layer yang dibuka oleh orang tersebut semakin dalam dan tebal. Keterbukaan diri pun semakin tidak timbal balik.

Padahal ekeftifnya, keterbukaan diri ini harus bersifat dua arah agar tetap berjalan harmonis. Seseorang sudah mencapai kedekatan yang lebih dalam lagi ketika orang tersebut sudah dapat menjadi diri sendiri di depan partnernya, dan keterbukaan diri ini dapat disambut dengan baik dan timbal balik. Dalam fase ini tentunya tingkat kenyamanan kedua belah pihak akan semakin besar.

Seluruh simbol baik verbal maupun non-verbal berperan sangat penting dalam hubungan interpersonal, kita dapat melihat dari pemilihan bahasa yang dipakai, gesture tubuh saat berdekatan, ataupun sekedar kerlingan mata dan peluangan waktu bersama-sama. Dalam hubungan interpersonal, kepercayaan akan terbangun seiring dari saling terbukanya layer masing-masing lebih dalam.

Semakin nyaman dan dalam hubungan interpersonal, semakin kuat kontrak emosi antara kedua belah pihak. Kita tanpa sadar akan menempatkan penegasan atas diri kita di tangan orang lain, maka ada hubungan emosional besar yang memicu keputusan antara pengembangan atau pengakhiran hubungan. Kontrak emosional yang terjadi akan terus berlanjut sampai salah satu pihak tidak ingin meneruskannya. Hal ini akan menyebabkan menurunnya keterikatan emosi antara kedua belah pihak. Karena seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa hubungan interpersonal ini bersifat resiprokal, dua arah. Berjalannya suatu hubungan interpersonal akan sangat bergantung pada seberapa timbal balik dan tarik menariknya sebuah interaksi inter personalnya. Karena sejatinya, pada hukum timbal balik dan tarik menarik, seseorang tidak akan melepaskan yang lainnya. Vice versa.

 

 

 

 

Leave a Reply